Contact us: 123-444-5555

Sistem Tenaga Uap

Sistem tenaga uap merupakan sebuah sistem yang memanfaatkan tekanan uap untuk membangkitkan daya (power) atau kerja bermanfaat seperti gerak mekanis pada lokomotif. Namun pada pembahasan kali ini lebih ditekankan pemfaatan uap untuk kebutuhan pembangkit.

Mesin uap pertama?
Pada tahun 200 B.C. Seorang yunani bernama Hero merancang mesin yang mengunakan uap sebaga sumber tenaga. Dia mulai dengan ketel air, ditempatkan di atas api terbuka. Ketika api dipanaskan kuali, cangkang kuali yang panas mentransfer ke air. Ketika air mencapai titik didih 212F (100C), itu berubah bentuk dan berubah menjadi uap. Uap melewati dua pipa berongga, yang berputar di kedua belah pihak. Karena uap keluar melalui dua tabung melekat pada bola, setiap membungkuk di sudut, bola bergerak, berputar pada porosnya.

Mesin uap pertama (The Babcock & Wilcox company)


Mengapa Harus Uap
Uap telah menjadi cara populer dalam mengkonversikan energi sejak revolusi industri. Uap digunakan untuk menghasilkan listrik dan juga digunakan dalam proses industri seperti gula, pupuk kertas, kilang, petrokimia, kimia, makanan, serat sintetis dan tekstil.
Berikut karakteristik uap yang membuatnya begitu populer dan berguna untuk industri: 
  • Memiliki panas spesifik dan kalor laten yang tinggi 
  • Koefisien perpindahan panas tinggi 
  • Mudah dikontrol dan didistribusikan 
  • Murah dan inert (sulit terdigredasi)
Siklus Rankine
Kalau kita bicara soal tenaga uap maka tak lepas dari Siklus rankine yang merpakan siklus ideal untuk pembangkit listrik tenaga uap. Siklus rankine yang ideal terdiri dari empat proses.

Proses 1-2 : Kompresi Isotropik dalam sebuah pompa
Proses 2-3 : Penambahan panas pada tekanan konstan dalam boiler
Proses 3-4 : Proses ekspansi dalam sebuah turbin
Proses 4-1 : Pelepasan kalor pada tekanan yang tetap dapa kondensor.
Siklur Rankine Ideal (Chengel, Yunus)

Air masuk ke pompa pada kondisi 1 sebagai air jenuh dan ditekan secara isotropik pada tekanan operasi boiler.  Air masuk ke dalam boiler sebagai cairan bertekanan pada kondisi 2 dan keluar sebagai uap panas (superheated vapor) pada kondisi 3. Boiler pada dasarnya adalah penukar panas yang besar
di mana panas yang berasal dari pembakaran, reaktor nuklir, atau sumber lainnya ditransfer ke air pada tekanan konstan.

Uap panas pada kondisi 3 memasuki turbin, dimana uap tersebut berekspansi secara isotropik dan memproduksi daya dengan cara memutar poros yang terhubung dengan generator. Tekanan dan temperature uap menurun selama proses sampai pada kondisi 4 dimana uap memasuki kondensor. Pada kondisi ini, Uap biasanya berada panda kondisi campuran cairan-uap jenuh dengan kualitas tinggi. Uap dikondensasi pada tekanan konstan dalam kondensor, yang pada dasarnya merupakan penukar kalor, dengan melepaskan panas pada media pendingin seperti danau, sungai, atau atsmosfer. Uap meninggalkan kondensor sebagai cairan jenuh (100% air) dan masuk kesalam pompa, menyelesaikan siklus.


Daftar Pustaka
Steam, its generation and use. The Babcock & Wilcox company
Thermodynamics, an engineering approach. Yunus A. Cengel & Michael A. Boles

0 comments:

About

Link List

Contact Details

Just Sharing Knowledge